Sejarah Kerajaan Besar Nusantara Majapahit Ke Demak, Ini Catatan Dokumen: KP Norman Hadinegoro

    Sejarah Kerajaan Besar Nusantara Majapahit Ke Demak, Ini Catatan Dokumen: KP Norman Hadinegoro
    Sekilas Catatan Dokumen: KP. Norman Kerajaan Nusantara

    SUKABUMI - KP Norman Hadinegoro pemerhati budaya dan sejarah Nusantara mengingatkan kembali kepada Generasi Milenial, bahwa Indonesia sebelum menjadi Republik dahulu Nusantara itu terdiri dari bentuk Kerajaan dan kesultanan dari sabang sampai meroke.

    Tulisan ini mengingat kembali bagi generasi penerus Kemerdekaan Republik Indonesia yang usia Kemerdekaan Indonesia ke 77.

    Apakah Nusantara akan berulang kembali kebesarannya dalam wadah NKRI menjadi Negara Besar yang berpengaruh di mancanegara bersama Presiden Jokowi. Saya mengingatkan kepada generasi milenial bahwa jaman kerajaan dan kesultanan dahulu Indonesia atau Nusantara sudah punya pengaruh salah satunya Kerajaan Majapahit.

    Majapahit adalah sebuah Kerajaan Besar. Sebuah Emperor. Yang wilayahnya membentang dari ujung utara pulau Sumatera, sampai Papua. Bahkan, Malaka yang sekarang dikenal dengan nama Malaysia, termasuk wilayah kerajaan Majapahit. Majapahit berdiri pada tahun 1293 Masehi.

    Didirikan oleh Raden Wijaya yang lantas setelah dikukuhkan sebagai Raja beliau bergelar Shrii Kertarajasha Jayawardhana. Eksistensi Majapahit sangat disegani diseluruh Dunia. Diwilayah Asia, hanya Majapahit yang ditakuti oleh Kekaisaran Tiongkok China. Di Asia ini, pada abad XIII, hanya ada dua Kerajaan besar, Tiongkok dan Majapahit.

    Lambang Negara Majapahit adalah Surya. Benderanya berwarna Merah dan Putih. Melambangkan darah putih dari ayah dan darah merah dari ibu. Lambang Nasionalisme sejati. Lambang kecintaan pada bhumi pertiwi. Karma Bhumi. Dan pada jamannya, bangsa kita pernah menjadi Negara adikuasa, superpower, layaknya Amerika dan Inggris sekarang. Pusat pemerintahan ada di Trowulan, sekarang didaerah Mojokerto, Jawa Timur. Pelabuhan iInternasional-nya waktu itu adalah Gresik.

    Agama resmi Negara adalah Hindhu aliran Shiwa dan Buddha. Dua agama besar ini dikukuhkan sebagai agama resmi Negara. Sehingga kemudian muncul istilah agama Shiva Buddha. Nama Majapahit sendiri diambil dari nama pohon kesayangan Deva Shiva, Avatara Brahman, yaitu pohon Bilva atau Vilva. Di Jawa pohon ini terkenal dengan nama pohon Maja, dan rasanya memang pahit. Maja yang pahit ini adalah pohon suci bagi penganut agama Shiva, dan nama dari pohon suci ini dijadikan nama kebesaran dari sebuah Emperor di Jawa. Dalam bahasa Sansekerta, Majapahit juga dikenal dengan nama Vilvatikta (Wilwatikta. Vilva: Pohon Maja, Tikta: Pahit ). Sehingga, selain Majapahit (baca: Mojopait) orang Jawa juga mengenal Kerajaan besar ini dengan nama Wilwatikta (Wilwotikto).

    Kebesaran Majapahit mencapai puncaknya pada jaman Pemerintahan Ratu Tribhuwanatunggadewi Jayawishnuwardhani (1328-1350 M). Dan mencapai jaman keemasan pada masa pemerintahan Prabhu Hayam Wuruk (1350-1389 M) dengan Mahapatih Gajah Mada-nya yang kesohor dipelosok Nusantara itu. Pada masa itu kemakmuran benar-benar dirasakan seluruh rakyat Nusantara. Benar-benar jaman yang gilang gemilang.

    WARTAJUSTISIA.COM
    market.biz.id WARTAJUSTISIA.COM
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Stabilitas Majapahit sempat koyak akibat perang saudara selama lima tahun yang terkenal dengan nama Perang Pare-greg (1401-1406 M). Peperangan ini terjadi karena Kadipaten Blambangan hendak melepaskan diri dari pusat Pemerintahan. Blambangan yang diperintah oleh Bhre Wirabhumi berhasil ditaklukkan oleh seorang ksatria berdarah Blambangan sendiri yang membelot ke Majapahit, yaitu Raden Gajah.

    Kisah ini terkenal didalam masyarakat Jawa dalam cerita rakyat pemberontakan Adipati Blambangan Kebo Marcuet. Kebo= Bangsawan, Marcuet= Kecewa. Kebo Marcuet berhasil ditaklukkan oleh Jaka Umbaran. Jaka= Perjaka, Umbaran= Pengembara. Dan Jaka Umbaran setelah berhasil menaklukkan Adipati Kebo Marcuet, dikukuhkan sebagai Adipati Blambangan dengan nama Minak Jingga. Minak= Bangsawan, Jingga= Penuh Keinginan. Adipati Kebo Marcuet inilah Bhre Wirabhumi, dan Minak Jingga tak lain adalah Raden Gajah, keponakan Bhre Wirabhumi sendiri.

    ZONATANI.ID
    market.biz.id ZONATANI.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Namun, sepeninggal Prabhu Wikramawardhana, ketika tahta Majapahit dilimpahkan kepada Ratu Suhita, Malahan Raden Gajah yang kini hendak melepaskan diri dari pusat pemerintahan karena merasa diingkari janjinya. Dan tampillah Raden Paramesywara, yang berhasil memadamkan pemberontakan Raden Gajah.  

    Pada akhirnya, Raden Paramesywara diangkat sebagai suami oleh Ratu Suhita. (Dalam cerita rakyat, inilah kisah Damar Wulan. Ratu Suhita tak lain adalah Kencana Wungu. Kencana= Mutiara, Wungu= Pucat pasi, ketakutan. Dan Raden Paramesywara adalah Damar Wulan. Damar= Pelita, Wulan= Sang Rembulan).

    Editor               : JIS Agung 

    Sumber           : KP. NURMAN 

    Agung widodo

    Agung widodo

    Artikel Sebelumnya

    Sunday Charity Taruna AAU Berbagi   

    Artikel Berikutnya

    Serba Serbi Software Pembukuan Keuangan:...

    Komentar

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Achmad Sarjono verified

    Syafruddin Adi

    Syafruddin Adi verified

    Postingan Bulan ini: 146

    Postingan Tahun ini: 823

    Registered: Apr 8, 2021

    Afrizal

    Afrizal verified

    Postingan Bulan ini: 106

    Postingan Tahun ini: 659

    Registered: May 25, 2021

    Narsono Son

    Narsono Son verified

    Postingan Bulan ini: 59

    Postingan Tahun ini: 225

    Registered: Jul 9, 2020

    Ryawan Saiyed

    Ryawan Saiyed verified

    Postingan Bulan ini: 43

    Postingan Tahun ini: 267

    Registered: Nov 23, 2021

    Profle

    Narsono Son verified

    Kapolsek Berikan Himbauan Kamtibmas Di Malam Tirakatan Salah Satu Perguruan Silat Di Mayang
    Beri Penghargaan Personilnya, Kapolresta Mataram Rayakan Ultah Personil pada Setiap Bulan
    Gencarkan Vaksinasi Polresta Mataram Kembali Buka Gerai Di Kalangan Sekolah
    Bhabinkamtibmas Desaloka Sumbawa Barat Hadiri Upacara Bendera di SD 1 Rempe

    Rekomendasi

    Berdayakan Masyarakat Pesisir, Lanal Aru Luncurkan KBN di Desa Jabulenga
    Guru Honorer di Lombok Tengah Ditangkap Karena Narkoba
    Bandara Pondok Cabe Resmi Layani Penerbangan Komersial, Ini Tanggapan Pemkot Tangsel
    Didepan Prajuritnya Pangdam IX Udayana Katakan Tidak Ingin Prajuritnya Cengeng
    Reaksi Pemkot Tangsel, Bandara Pondok Cabe Resmi Layani Penerbangan Komersial

    Ikuti Kami